Entity Infrastructure: Subdomain vs Folder
Kapan meletakkan produk atau vertical di subdomain (shop.domain.com) vs folder (domain.com/shop)? Keputusan ini punya konsekuensi entity yang jarang dibahas.
Debat subdomain vs folder sering hanya dibingkai sebagai technical SEO. Tapi dari sudut entity infrastructure, pertanyaannya berbeda: apakah yang di baliknya adalah entitas yang sama atau beda? Jawaban itu yang menentukan struktur, bukan ROI crawl budget.
Pertanyaan yang benar
- Apakah entitas hukum sama?
Satu PT = cenderung folder. PT berbeda = subdomain lebih jujur. Contoh: tools.hibranwar.com adalah brand berbeda di bawah PT yang sama, jadi subdomain masuk akal.
- Apakah audience sama?
Audience identik = folder (shared navigation membantu). Audience berbeda (B2B + B2C) = subdomain memberikan pemisahan brand.
- Apakah Google Knowledge Graph harus satu atau dua node?
Satu brand entity = folder. Dua brand entity berbeda = subdomain, masing-masing jadi WebSite + Organization canonical sendiri.
- Apakah konten mencemari authority signal?
Kalau subfolder berisi konten yang tidak relevan dengan core expertise, authority domain dilute. Subdomain memisahkan.
Decision tree
| Skenario | Rekomendasi |
|---|---|
| Product line dari brand yang sama, audience sama | Folder (/products/xyz/) |
| Lini bisnis beda, target audience beda | Subdomain (b2b.brand.com) |
| Lead magnet hub / lead gen tools | Subdomain (tools.brand.com) |
| Documentation / dev portal untuk API brand | Subdomain (docs.brand.com) |
| Internal panel (admin, dashboard) | Subdomain (app.brand.com) |
| Blog editorial untuk brand | Folder (/blog/) — kecuali publishing arm terpisah |
| E-commerce subsidiary brand | Subdomain atau domain terpisah |
| Mini-site campaign (temporary) | Subdomain, takedown setelah campaign |
Implikasi schema
- Folder: satu Organization dan satu WebSite. Graph merujuk parent Organization dari mana pun di situs.
- Subdomain: WebSite masing-masing. Organization bisa sama (rujuk via @id ke parent domain) atau beda (subsidiary dengan Organization canonical sendiri).
- Subdomain subsidiary: gunakan
parentOrganizationdi schema untuk hubungan, bukanisPartOf. - Subdomain utility: gunakan
WebSite+ linksameAskembali ke parent, tidak perlu Organization baru.
Tools subdomain diputuskan bukan folder karena: (a) audience berbeda (konsumer Indonesia vs B2B enterprise), (b) brand positioning berbeda (free tools vs premium consulting), (c) lebih bersih untuk schema WebSite + Organization terpisah.
Common mistakes
Lakukan
- Tulis decision memo sebelum split. Simpan di repo.
- Pasang cross-link schema bila entitas terkait.
- Konsisten: pilih satu pola untuk kasus serupa.
Hindari
- Split subdomain hanya untuk 'SEO boost'. Itu mitos.
- Buat subdomain lalu lupa redirect 404 kalau folder lama masih dilink.
- Duplikasi Organization schema di parent dan subdomain.