Audit Identitas Brand di 12 Sumber Canonical
Checklist yang kamu bisa jalankan sendiri untuk mendeteksi drift nama, deskripsi, dan URL di 12 tempat paling penting yang dibaca Google dan LLM.
Inconsistency adalah pembunuh entity infrastructure nomor satu. Satu huruf beda di nama perusahaan, satu kata berbeda di deskripsi, satu URL salah, dan Google mulai ragu apakah itu entitas yang sama. Checklist ini adalah audit manual 30 menit untuk memastikan 12 sumber canonical semua bilang hal yang sama.
Aturan dasar: tetapkan canonical dulu
Sebelum audit, tentukan jawaban tunggal untuk enam pertanyaan di bawah. Inilah canonical. Semua 12 sumber harus menyesuaikan ke sini.
| Pertanyaan | Canonical kami (contoh) |
|---|---|
| Nama legal penuh | PT Witanabe Integrasi Indonesia |
| Brand name yang dipakai publik | Witanabe |
| Tagline resmi (≤ 100 karakter) | Exclusive ALBIN Pump distributor for Indonesia |
| URL canonical | https://witanabe.com/ |
| Founded year | 2025 |
| Kota markas | Bogor, Jawa Barat |
Tulis canonical di satu dokumen internal (Notion, Google Doc) dan rujukan sebagai *source of truth*. Setiap tim baru bergabung, mereka disuruh baca dokumen ini sebelum menulis apa pun yang publik.
12 sumber yang harus diaudit
Buka masing-masing. Bandingkan dengan canonical. Catat semua deviasi.
- 1. Homepage situs resmi: title tag, meta description, H1, schema Organization.Rapat di tiga tempat: title, H1, JSON-LD
name. Semua harus identik kata per kata. - 2. Halaman About: deskripsi, founded year, lokasi, founder.Kalimat pertama di About = pitch 1-sentence. Simpan baik-baik.
- 3. LinkedIn Company Page: nama, tagline, description, URL.Field 'Tagline' LinkedIn dibaca AI Overviews. Jangan kosongkan.
- 4. Instagram bio: nama, kategori, URL (link in bio).Perhatikan penggunaan emoji/karakter non-standar. LLM sering salah-baca.
- 5. Google Business Profile: nama, kategori, address, website.GBP nama = nama legal. Tidak boleh ada kata promosi (no 'best', 'top').
- 6. Wikidata Q-ID: label, description, aliases, official website, logo.Kalau belum ada Q-ID, itu tugas pertama setelah audit.
- 7. Facebook Page: nama, kategori, About, website, email.Masih dibaca Meta Knowledge Graph dan tersalin ke beberapa direktori.
- 8. YouTube channel: nama, description, banner, links.Description field (1,000 char) adalah authority surface terabaikan.
- 9. Tokopedia/Shopee (bila relevan): nama toko, deskripsi, brand kolom.Untuk brand Indonesia ini major signal.
- 10. KADIN/APINDO/asosiasi direktori: nama resmi, sertifikasi, anggota.Authoritative local citation.
- 11. Crunchbase / company directory global: nama, industri, founded.Crunchbase masih dibaca Google untuk B2B context.
- 12. Halaman press & mentions: nama yang dipakai editor di artikel.Bila artikel menulis nama salah, minta koreksi. Ini masuk KG eventually.
Output audit
- Spreadsheet drift log: 12 baris, 6 kolom (field canonical). Merah = berbeda, hijau = sesuai.
- Priority fix list: sumber dengan traffic/authority tertinggi dulu (LinkedIn, GBP, Wikidata).
- Change order: buat change ticket untuk tiap drift dengan penanggung jawab dan deadline.
- Recheck date: jadwalkan ulang audit dalam 90 hari. Drift kembali dengan sendirinya tanpa governance.