Technical SEO Decision guide 6 menit

Canonical Tag: Decision Tree untuk Edge Cases

Kapan self-canonical, kapan canonical ke halaman lain, dan kapan omit canonical. Kasus edge yang sering bingung.

Canonical tag salah setup = duplicate content issue atau halaman benar hilang dari index. Decision tree ini saya pakai di setiap audit.

Decision tree

  1. Halaman punya URL unik dan konten unik?

    Self-canonical ke URL halaman itu sendiri. Paling aman default.

  2. Halaman punya multiple URL ke konten sama (tracking parameter)?

    Canonical ke URL clean (tanpa parameter).

  3. Halaman pagination (page 2, 3, 4)?

    Self-canonical ke URL pagination itu. JANGAN canonical ke page 1 (mitos SEO lama).

  4. Halaman filter/facet di catalog?

    Self-canonical kalau konten substantif. Canonical ke parent bila thin.

  5. Halaman A/B test variant?

    Canonical ke original. Variant eksperimen, bukan konten primary.

  6. Konten syndicated dari situs lain?

    Canonical ke URL original di situs lain (cross-domain canonical).

  7. Halaman PDF version atau print version?

    Canonical ke HTML version (primary).


Common mistakes

Benar

  • Self-canonical di 95% halaman.
  • Canonical pakai URL full (protokol + domain).
  • Canonical konsisten di HTTP header + HTML meta.
  • Canonical menunjuk ke URL yang return 200 OK.

Salah

  • Cross-domain canonical tanpa coordinated effort.
  • Canonical ke URL non-canonical (redirect loop).
  • Canonical ke URL yang noindex.
  • Canonical ke halaman dengan konten berbeda substantif.

Canonical vs noindex vs redirect: kapan masing-masing

GoalSolusi
Halaman duplicate dengan primaryCanonical ke primary
Halaman lama yang tidak lagi ada301 redirect
Halaman tidak ingin di-index tapi masih accessiblenoindex meta
Halaman filter dengan thin contentnoindex, follow
Parameter-based URL same contentCanonical ke clean URL
Page paginationSelf-canonical, no rel=prev/next
Image variant untuk responsiveNo canonical (browser pilih automatic)

Verification

  • View source setiap halaman sample.<link rel="canonical"> ada dan URL benar.
  • Check di Google Search Console > URL Inspection.Google-selected canonical harus match deklarasi.
  • Monitor 'Duplicate without user-selected canonical' warning.Signal canonical tidak diambil Google.
  • Pastikan HTTP header canonical = HTML meta canonical.Mismatch bingungkan crawler.
Canonical di Rumahweb

Rumahweb shared hosting pakai LiteSpeed. Canonical header bisa di-set via .htaccess, tapi lebih mudah inject via PHP di <head>. Konsisten antar-halaman adalah kuncinya.